PERMUKIMAN KUMUH DIBALIK GEMERLAPNYA IBU KOTA
Nama : M. Sandika
Tema : Permukiman Kumuh
DKI Jakarta merupakan ibukota dari negara Indonesia, tentunya pembangunan sarana dan prasarana disana lebih baik dibandingkan dengan daerah lain. Oleh karena itu, banyak masyarakat dari daerah lain yang datang kesana untuk mengadu nasib.
Akan tetapi tidak semuanya berhasil, banyak masyarakat yang gagal mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang layak. Sehingga banyak dari mereka membangun rumah-rumah dipinggiran sungai ataupun dibawah kolong jembatan.
Kebiasaan buruk masyarakat yang terbiasa membuang sampah di sungai juga semakin memperburuk keadaan. Banyak sampah yang berserakan di sekitar sungai. Tentu saja itu mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan sekitar.
Salah satunya bencana banjir yang terjadi karena beberapa masalah seperti hilangnya daerah resapan air, polusi di sungai, dan jika di teliti lebih dalam masalah banjir itu muncul karena peralihan fungsi lahan yang alasan utamanya ialah digunakan untuk kebutuhan pemukiman penduduk, maka terjadilah pemukiman - pemukiman kumuh di atas bantaran sungai. Sungai yang seharusnya memang menjadi daerah luapan saat hujan tinggi, maka tidak heran jika pemukiman - pemukiman itu terkena banjir saat musim hujan tiba. Permukiman dengan rumah - rumah yang saling berdekatan dengan jalan gang yang kumuh dan sistem sanitasi yang buruk merupakan penyebab terjadinya banjir.
Selain sangat rentan akan bencana banjir, dalam pemukiman kumuh juga bisa mengakibatkan penyakit mudah menyebar, polemik yang terjadi mengenai permukiman kumuh ialah rendahnya kualitas lingkungan. Akibat rendahnya kualitas lingkungan di permukiman kumuh mengakibatkan beberapa penyakit karena lingkungan tidak bersih seperti penyakit disentri yang disebabkan karena makanan yang tidak sehat atau dari lingkungan yang tidak bersih, makanan tersebut sudah terkontaminasi dengan bakteri dan jika makanan tersebut dikonsumsi makan akan menyebabkan disentri. Malaria terjadi karena gigitan dari nyamuk anopheles. Nyamuk yang tentu saja dapat hadir di lingkungan yang kumuh. Penyakit lainnya yang bisa terjadi karena lingkungan yang kumuh dan kotor ialah tuberculosis. Penyakit tuberculosis dapat menyerang paru-paru, penyakit ini disebabkan adanya infeksi kuman mikrobakterium tuberculosis yang dapat menyebabkan pada kematian. Penyakit ini dapat menular dengan mudah melalui udara.
Dengan berbagai permasalahan yang terjadi akibat permukiman kumuh yang sudah dijelaskan di atas, pemerintah bisa melakukan beberapa hal untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Pemerintah bisa menyediakan rumah susun sederhana sewa dengan fasilitas dasar permukiman yang memadai seperti air minum, sanitasi, peningkatan kualitas lingkungan yang baik. Dengan adanya rumah susun yang telah disediakan, masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh dapat tinggal di rumah susun tersebut.
Pemerintah juga harus memperhatikan pembangunan sarana dan prasarana daerah lain dan tidak hanya berfokus di kota-kota besar. Sehingga tingkat urbanisasi (perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan)dapat dikurangi.
Beberapa cara di atas bisa menjadi solusi dalam menanggulangi permasalahan permukiman kumuh padat penduduk dan untuk menciptakan pemukiman yang lebih bersih, berkualitas, sehat untuk masa yang akan datang.